Makalah matkul Hadist Tarbawi
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
heyyheyy sobatt online ku....
kali ini saya akan berbagi makalah
yukkk bacaa bacaa..
MAKALAH
PENGARUH PENDIDIKAN
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Hadits Tarbawi
Dosen
Pembimbing :
Aya Mamlu’ah,S.Sos.I,MPd.I
Disusun Oleh Kelompok 9:
1.
Achmad Syaifudin Za. (201955010104863)
2.
Ahmad Suprastyo (201955010104865)
3.
Dian Masruroh (201955010104857)
4.
Siti Nur Azizah (201955010104864)
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT
AGAMA ISLAM SUNAN GIRI BOJONEGORO
TAHUN
2020
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim.
Puji
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah di berikan
kepada kita semua, sehingga kita semua bisa menjalankan aktifitas sehari hari
termasuk mencari ilmu dalam keadaan sehat tanpa ada halangan suatu apapun.
Shalawat
serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad
SAW, karena beliaulah kita semua sampai saat ini bisa merasakan masa yang penuh
dengan kedamaian juga cahaya penerang kehidupan yaitu agama islam, dan semoga
kita semua kelak tergolong umat beliau yang mendapatkan syafaat di hari kiamat
nanti.
Dengan
segala kerendahan hati serta atas berkat pertolongan Nya, kami bisa
menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “ Pengaruh Pendidikan” dengan
lancar. Akan tetapi kami juga menyadari dengan sepenuh hati bahwa karya makalah
ini masih sangat jauh dari kata sempurna dan masih perlu banyak pembenahan juga
bimbingan.
Oleh
sebab itu, kami ingin memohon maaf apabila dalam sebuah karya makalah ini
terdapat banyak kesalahan maupun kekurangan, dan kami sangat berharap kritik
dan juga saran dari para pembaca sebagai bentuk apresiasi untuk kami kedepannya
dalam membuat karya makalah supaya menjadi lebih baik dan benar dari
sebelumnya.
Dan
kami juga ingin berterima kasih kepada bapak/ibu dosen yang sudah mau
membimbing kami dan juga kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan dan
semangat untuk kami, semoga karya makalah ini dapat memberikan manfaat
khususnya bagi penyusun dan bagi para pembaca pada umumnya.
Bojonegoro,
1 April 2020
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap anak memiliki potensi yang dibawa oleh fitahnya.Namun potensi anak didik tidakakan berkembang dengan sendirinya tanpa ada usaha atau pengaruh dari lingkungan pendidikan sekitar. Bahkan pendapat ahli didik yang ektrem yang disebut dengan aliran empirisme mengatakan, bahwa anak didik bagaikan kertas putih bersih yang masih polos bergantung pada pengaruh penulisnya.
Begitu kekuatan pengaruh terhadap potensi anak didik yang sangat menentukan bentuk
dan warna anak didik.Islam sebagaimana yang disebutkan beberapa hadits mengakui adanya pengaruh
pendidikan dari luar diri anak disamping anak telah membawa potensi yang disebut dengan fitrah
Islamiyah.Fitrah itu dibawa oleh anak didik sejak lahir dan fitrah itu sudah tertulis bukan berarti
kosong.Tulisannya adalah alIslam.Pengaruh pendidikan disekitarnya tinggal mengembangkan
keislaman fitrah tersebut. Pada makalah ini akan dipaparkan salah satu hadis tentang faktor
pendidikan yang mempengaruhi prestasi belajar.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Jelaskan
Hadist
tentang pengaruh teman dalam prestasi belajar ?
2.
Jelaskan
Hadist
tentang pengaruh pendidik dalam prestasi belajar ?
1.3 Tujuan
1.
Mengetahui pengaruh teman dalam prestasi belajar
melalui hadist tarbawi
2.
Mengetahui pengaruh pendidik dalam prestasi belajar
melalui hadist tarbawi
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengaruh Teman
وَعَنْ اَبِيْ مُوْسَي الأَشْعَرِ ي رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّي لله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِ نَّمَا مَسَلُ الْجَلِييِ الصَّا لِحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ كَحَا مِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ, فَحَامِلُ المِسْكِ إِمَّا أَنَّ يُحْذِيَاكَ, وَإِمَّا أَنْ تَبْتَا عَ مِنْهُ, وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً. وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ, وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا مُنْتِنَةً (متفق عليه
2.1.1 Terjemahan
“ Dari Abu Musa Al Asy’ ari r.a. bahwasanya Nabi SAW bersabda : “ sesungguhnyaperumpamaan bergaul dengan terman shalih dan teman nakal adalah seperti berteman dengan
pembawa minyak kesturi dan peniup api. Pembawa minyak kesturi itu adakalanya
member minyak kepadamu atau adakalanya kamu membeli daripadanya dan adakalanyakamumendapatkan
bauharum darinya.Dan peniup api itu adakalanya ia
membakar kain bajumu dan adakalanya kamu mendapatkan bau busuk daripadanya.”
( HR. Muttafaq’ Alaih )
2.1.2 Penjelasan (Syarah Hadis)
Hadis ini membimbing kepada ummat manusia bagaimana membentuk kepribadian yang baik yang merupakan cita cita dan tujuan pendidikan dalam isliam.salah satunya adalah faktor pengaruh dari teman pergaulan atau milieu social di mana seseorang hidup. dalam pendidikan teman mempunyai pengaruh yang menentukan dalam pembentukan watak, karakter atau kepribadian sesorang
disamping factor lain , karena melalui teman inilah manusia sangat mudah dibentuk dan diwarnai pola hidup, pola piker dan prilaku. Rasullulah SAW memberikan perumpamaan teman teman yang baik dan teman yang nakal atau teman yang buruk wataknya sebagai berikut.
إِنّمَا مَثَلُ الْجلِيسِ الصَّا لِحِ وَجَلِيسِ السُّوْ ءِ كَحَا مِلِ الْمِسْكِ وَ نَا فِخِ الْكِيرِ
“ Sesungguhnya perumpamaan bergaul dengan teman shalih dan teman nakal adalah seperti
berteman dengan pembawa minyak kastiru dan peniup api.”
Sebagaian ulama mengartikan kata “ al jalis “ disini juga diartikan teman dalam mujalasah
duduk berbincang berbincang. Hadis mempunyai majlis zikir, majlis ilmu, dan pekerjaan pekerjaan yang baik.pesan sebaliknya menjauhi duduk bersama teman yang berbincang bincang hal yang
tidak baik atau tidak ada manfaatnya seperti bergunjing, berdusta, omong porno, dan pembicaraan yang tidak ada manfaatnya.Kedua makna al jalis diatas dapat dikompromikan dalam kontek
pengaruh teman yang baik dan buruk, baik teman dalam berbincang di suatu majlis atau teman
akrab yang dijadikan kekasih. dalam menggambarkan bagaimana pengaruh teman Rasulullah SAW membuat perumpamaan yang mudah dicerna dan dipahami oleh akal manusia biasa.
Begitulah dia antara kalam Rasul mudah dipahami dan menarik perhatian dari pendengaranya sebagaimana
dalam hadits di atas, bahwa perumpaan teman yang shaleh dan teman yang buruk bagaikan
pembawa minyak kasturi dan peniup api.
Ada bebrapa titik temu atau persamaan antara bebrapa sifat yang dijadikan perumpamaan
Rasul dalam Hadis:
A. Persamaan teman baik dengan pembawa minyak kasturi :
Persamaan kedua hal tersebut dijelaskan Nabi pada teks Hadis berikutnyqa secara terperinci
yakni ada 3 hal :
1.
Memberi minyak wangi.
Ada tiga kemungkinan jika kita berteman dengan pembawa minyak misik atau minyakkasturi.`pertama, pembawa minyak itu adakalanya member minyak kepada kita secara gratissekalipun hanya diolesi saja atau sekali semprotan saja dengan parfum. maknanya dengan bertemansama orang shaleh kita akan mendapat pemberian rahmat atau manfaat dari Allah SWT danmendapat contoh serta keteladanan yang baik dari orang saleh itu
2.
Membeli minyak wangi
Alternatif kedua, jika kita tertarik dengan minyak teman yang harum itu sementara kita
punya, pasti mau membeli ,inyak itu. maknanya, teman sheleh itu mengajarkan kebaikan kepadakita dan kita pun belajar dari padanya.
3.
Ikut mencium keharuman minyak.
Alternatif ketiga, kita mendapat bau harum dari teman pembawa minyak. maknanya,
seseorang yang berteman dengan orang shaleh citranya terangkat menjadi harum atau terbawaharum sebab persahabatan yang baik itu. seseorang yang bersahabat dengan orang yang shalehdinilai baik atau shaleh oleh masyarakat sekitarnya dan dihormati sebagaimana orang shaleh.
B. Persamaan teman nakal dengan peniup api
Ada dua persamaan sifat antara teman buruk dengan peniup api yaitu :
1.
Membakar pakaian
Teman nakal itu akan membakar kamu sebagai mana tukang las yang memercikan api ke
lingkungan sekitarnya, baju dan celananyaberlubang-lubangkarenapercikanya.Orangyangbersahabatdengan orang nakal akan terbakar kepribadianya dan rusak akhlaknya.
2.
Mencium bau busuk.
Akibat kedua, citra seseorang yang berteman dengan teman yang nakal menjadi busuk dan
hancur, seperti halnya ketika seorang penjahat ditangkap polisi, teman-temandekatnyapundicidukpolisikarenadianggapmempunyaiandilyangsama.Pengaruhtemanmemangmemilikipengaruhyang amat besar dalam membentuk kepribadian seorang anak didik baik dan buruknya, lingkungan masyarakat disekitarnya sangat berpotensi dalam memengaruhi pembentukan kepribadian anak.
2.1.3 Pelajaran yang Dipetik dari Hadis
a. Anjuran berteman dengan orang atau anak yang berkepribadian saleh baikdalam agama maupun dalam urusan dunia
b. Larangan berteman dengan orang yang berkepribadian buruk.
c.
Persahabatanmempunyaipengaruhyangbesardalampendidikan,baikdanburuknyakepribadiansesorang diantaranyaditentukan oleh teman-temanyangadadisekelilingnya
d. Anjuran kepada pendidik, pengajar, guru, orang tua dan yang bertanggungterhadap pendidikan anak agar memilihkan teman-temanyangbaikbuatanakdidiknya.
e.
Hukum kesucian minyak misik dan kebolehan jual beli.
2.2 Pengaruh Pendidik
وَعَنْ صُهَيْبٍ- رَضِىَاللهُ عَنْهُ: – أَنَّ رَسُلُوْلَ اللهُ – صل الله عَلَىْه ِوَسَلَمَ- : قَالَ
كَانَ مَلِكً فِيْمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ وَكَانَ لَهُ سَاحِرٌ فَلَمَّا كَبِرَ قَالَ لِلْمَلِكِ : إنِّى قَدْ كَبِرْتُ فَابْعَثْ إلَيَّ غُلاَمًا أُعَلِّمْهُ الِّسحْرَ، فَبَعْثَ إِلَيْهِ غَلَامًا ىُعَلِّمُهُ ، وَكَانَ فى طَرِيْقِهِ إِذَا سَلَكَ رَاهِبٌ، فَقَعْدَ إِلَيْهِ وَسَمِعَ كَلْامَهُ فَأعْجَبَهُ وَكَا نَ إذَا أتَي السَّا حِرَ, مَرَبَّا لرَّا هبِ ؤقَعَدَ إِلَيْهِ,فَإِذَا أَتَى السَّاحِرَ مَرَّ بَا لرَّ اهِبِ وَقَعَدَ إِلَيْهِ , فَإِذَ ا أَتَي السَّا حِرَ ضَرَبَهُ، فَشَكَا ذَلِكَ إِلَى الرَّاهِب ، فَقَاَلَ : اِذَا خَشَيْتَ السَّاحِرَ، فَقُلْ : حَبَسَنِي اَهْلِي، وَاِذَا خَشِيتَ اَهْلَكَ، فَقُلْ، حَبَسَنِي السَّاحِر. فَبَينَمَا هُوَ عَلَى ذَلِكَ اِذْ اَتَى عَلَى دَابَّةَ عَظِيمَةٍ قَدْ حَبَسَتِ النَّا سَ, فَقَالَ: الْيَوْمَ أَعْلَمُ السَّاحرُ أَفْضَلُ أَم الرَّااهبُ أفْضَلُ؟ فَأخَذَ حَجَراً,فَقَالَ :اللَّهُمَّ ان كَانَ أمْرُ الرَّاهِبِ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ أَمْرِ السَّاحِرِ فَاقْتُلْ هَذِهِ الدَّابَّةَ حَتَّى يَمْضِي النَّاسُ, فَرَمَاهَا فَقَتَلَهَا ومَضَى النَّاسُ, فَأتَى الرَّاهبَ فَأَخَبَرَهُ. فَقَالَ لَهُ الرَّاهبُ: أَيْ بُنَيَّ أَنْتَ اليَوْمَ أفْضَل منِّي قَدْ بَلَغَ مِنْ أَمْرِّكَ مَا أَرَى, وَإِنَّكَ سُتُبْتَلَى, فَإن ابْتُلِيْتَ فَلَا تَدُلَّ عَلَيَّ, وَكان الغُلامُ يُبرىءُ الأكْمَهَ وَالأَبْرصَ, ويدا وي النَّاسَ مِنْ سَاءِرِ الأَدْوَاء. (أخرجه مسلم)
2.2.1 Kosakata (Mufradat)
|
a.
سَاحِرٌ
|
Tukang sihir atau dukun dalam riwayat al-Turmudzi
|
|
b.
غُلَامًا
|
Seorang anak dalam usia sejak bersapih dari susuan ibunya sampai baligh
|
|
c.
رَاهِبٌ
|
Seorang tokoh agama pada masa umat dahulu, pendeta
|
|
d.
فَأَعَجَبَهُ
|
Maka ia tertarik
|
|
e.
فَشَكَا
|
Maka ia mengadu
|
|
f.
إِذَاخَشيتَ
|
Jika engkau takut
|
|
g.
حَبَسَنِي
|
Ia melarang aku
|
|
h.
دَابَّةٍعَظِيْمَةٍ
|
Seekor binatang besar, macan
|
|
i.
سَتُبْتَلَى
|
Engkau akan diuji
|
|
j.
يُبْرِىءُ
|
Ia menyembuhkan
|
|
k.
الأكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ
|
Buta sejak lahit dan kusta
|
|
l.
وَيُدَاوِي
|
Dan ia mengobati
|
|
m.
الأَدْوَاء
|
Berbagai penyakit, jamak dari kata : دَوَاءَ
|
2.2.2 Terjemahan Hadis
Dari Syuhaib r.a. Rasulullah Saw bersabda : “Dahulu ada seorang raja, dia mempunyai
seorang ahli sihir. Setelah ahli sihir itu tua, dia berkata kepada sanga raja :
Aku telah tua, kirimkan kepadak seorang anak remaja untuk aku ajarkan kepadanya ilmu sihir. Kemudian didatangkan kepadanya seorang anak remaja untuk diajarinya.Di jalan yang dilalui anak itu ketika pergi kepada ahli sihir itu ada seorang pendeta. Maka ia mampir krpada pendeta itu dan mendengarkan ajarannya.
Ternyata ajaran pendeta itu sangat mengagumkan baginya.Setiap remaja yang datang
terlambat kepada ahli sihir itu, dia dipukulnya, lalu dia mengadu kepada si pendeta. Pendeta itu
berkata: Jika kamu takut kepada ahli sihir karena terlambat datang, katakanlah kepadanya Aku
terlambat karena dihalangi keluarga. Dan jika kamu takut kepada keluargamu, katakanlah
kepadanya, Aku terlambat pulang karena dihalangi ahli sihir.Maka berjalanlah suasana demikian
dalam beberapa waktu. Pada suatu ketika, dia melewati seekor binatang besar yang menghambat
manusia berlalu lintas, lalu anak remaja itu berkata: sekarang aku akan tahu, si ahli sihirkah yang
lebih utama atau si pendeta? Kemudian diambillah sebuah batu, lalu dia mengucapkan, Ya Allah,
jika ilmu pendeta itu lebih engkau senangi dari pada ilmu tukang sihir, bunuhlah binatang itu
sehingga orang-orang pun dapa lewat. Setelah peristiwa itu, remaja
pergi mendatangi pendeta memberitahukan kejadian tersebut. Kata pendeta kepadanya:
Wahai anakku, sekarang kamu lebih utama daripadaku. Ilmu yang kamu miliki telah
sampai pada tujuan yang telah aku harapkan. Akan tetapi, kamu harus ingat bahwa kamu akan mendapat cobaan. Jika kamu telah
dicoba, Janganlah sampai menunjukkan bahwa akulah yang mengajarimu.
Remaja itu dapat menyembuhkan orang buta sejak lahir dan oarng yang terkena penyakit kusta. Bahkan ia dapat
mengobati berbagai macam penyakit yang diderita manusia.
(HR. Muslim).
2.2.3 Penjelasan ( Syarah hadis )
Hadis diatas potongan dari teks hadis yang panjang yang menjelaskan tentang suatu kasus
yang terjadi pada masa uamat terdahulu. Berita hadis yang disampaikan Nabi SAW termasuk berita gaib yang tidak diketahui sebelumnya kecuali melalui periwayatan yang shahih seperti hadis diatas.Hadis ini menjeaskan bagaimana keberhasilan pendidikan seorang murid bergantung guru yang
memengaruhinya.Pengaruh seorang guru dari kalangan ahli agama lebih berhasil daripada guru
tukang sihir, karena kebenaran ajarannya dapat dibuktikan oleh muridnya sehingga menumbuhkan kepercayaan yang kuat terhadap gurunya.
Pada mulanya seorang murid yakni seorang remaja yang masih polos belum tahu mana diantara dua guru yang harus diikuti.Remaja ini dikirim karena permintaan tukang sihirnya, karena dia
sudah tua demi keberlangsungan kerajaan. Kata tukang sihir :
إنِّي قَدْ كَبِرْ تُ فَا بْعَثْ إلَيَّ غُلا مًا أُعَلِّمْهُ السِّحْرَ
“ Aku telah tua,kirimkan kepadaku seorang anak remaja untuk akuajarkan kepadanya ilmu sihir.”
Kemudian dikirimkan remaja itu untuk mempelajari ilmu sihir, tetapi kemudian ditengahperjalanan ia sangat tertarik dengan pengajaran seorang pendeta yang mengajarkan ilmu kebenaran. Dua guru itu membawa pengaruh yang berbeda, guru seorang tukang sihir raja membawa ilmu
kebatilan dan guru seorang pendeta membawa ilmu kebenaran yang sejati.Ditengah perjalanan
seorang remaja itu harus memutuskan dan memilih mana salah satu diantara kedua guru yang benar.
Ketika dihadapkan suatu ujian yang besar yakni terhadang seekor binatang macan ditengah jalan,
disitulah ia minta petunjuk kepada Allah. Jika binatang itu dilempar dengan batu kerikil mati, yang benar adalah seorang guru pendeta dan jika tidak mati, yang benar adalah guru seorang tukang sihir raja. Benarlah remaja itu mendapat bimbingan petunjuk dari Allah, binatang itu mati seketika,
maka iamemutuskan memilih berguru pada ilmu yang benar sehingga menjadi seorang pelajar yang
sukses yakni menjadi seorang dokter yang bisa mengobati berbagai penyakit yang tidak bisa diobatioleh umumnya dokter.
Keberhasilan remaja karena keyakinan dan iktikad yang benar terhadap gurunya. Dua perkara ini menjadi persyaratan seorang murid yang ingin berguru dengan seorang guru yakni yakin
terhadap guru dan mempunyai iktikad yang benar,sebagaimana kata syair dalam kitab
Nadzam al-Ajurumiyah :
إذِ الْفَتَي حَسْبَ اعْتِقَا دِهِ رُفِعْ # وَكُلُّ مَنْ لَمْ يَعْتَقِدْ لَمْ يَنْتَفِع
Karena seorang pemuda itu bergantung pada iktikadnya terangkat. Setiap orang yang tidak
mempunyai iktikad pada dirinya,tidak bermanfaat.
Murid yang siap menerima ilmu dan pembelajaran dari seorang guru adalah murid yang
mempunyai keyakinan dan kepercayaan kepada guru secara total dan mempunya iktikad yang
benar, sehingga ada kesatuan jiwa antara murid dan guru. Murid dengan keyakinannya dan guru
dengan ketulusannya dapat mengantarkan kesuksesan dalam belajar.
Ada dua corak macam pendidik; pendidik berakhlak buruk yang mengajarkan kejahatan yang sekadar bertujuan mendapatkan materi dan jabatan dan ada pendidik yang berakhlak baik yang
mengajarkan kebenaran dan kebaikan.Dua macam guru tersebut selalu bersaing mencari pengaruh
dalam rangka regenerasi ilmu.Murid hendaknya kritis memilih guru yang berakhlak mulia dan
mengajarkan kebenaran.
Al-Zurnijiy menganjurkan agar memilih guru yang lebih alim, punya wawasan keilmuan (al-a’lam), lebih berhati-hati dalam memelihara hukum (al-wara), lebih senior dan lebih dewasa (al-assan). Guru yang baik akan sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian murid dan guru
yang berkepribadian buruk sangat berbahaya pengaruhnya dalam mendidik anak murid.
Guru dan murid yang selalu berada dalam kebenaran dan berpegang teguh pada akidah yang
benar tidak lepas dari ujian yang akan menimpanya. Berbagai ujian yang menimpa pada seseorang yang beriman akan membuat semakin jadi kuat imannya. Suatu pertolongan dan petunjuk pasti
datang baginya terutama pada saat kritis menghadapi berbagai ujian tersebut.
2.2.4 Pelajaran yang dapat dipetik dari hadis
1.
Pengaruh seorang pendidik sangat besar dalam mengantarkan kesuksesan murid dan
dalam membentuk kepribadiannya.
2.
Macam-macam guru, ada yang mengajarkan kebaikan
dan ada pula yang mengajarkan kejahatan. Oleh karena itu, sebagai seorang murid
harus berhati-hati dalam memilih seorang guru atau untuk menjadikan seseorang menjadi guru.
3.
Kedua guru tersebut menggunakan pengaruh dan kelebihan untuk meendidik anak
didik dalam rangka mewariskan ilmunya demi pengabdian agama dan masyarakat.
4.
Anakyangcerdasdapatmemilihmanaguruyangbaik,gurumemiliki visi dan misi
yangbaikdan berakhlak mulia.
5.
Gurudanmuridyangmenempuhkebenaran akan menghadapi berbagai ujian.Ujian
yang amat besar adalah ujian iman kepada Allah dan membela kebenaran,taruhannya nyawa
dan balasannya surga bagi yang sabar menghadapinya.
6.
Keberhasilan pendidikan seorang anak murid berkat pengaruh seorang pendidik yakni
seorangguruharusdidukungdengansifatkelebihannya,sepertiNabididukungdengan
mukjizatnya, wali dengan karomahnya, orang mukmin dengan ma’unahnya dan guru
dengan sifat keteladanannya.
BAB 3
KESIMPULAN
3.1 Penutup
Pengaruh pendidikan anak yaitu; pengaruh teman,
pengaruh kekasih, pengaruh orang tua, dan pengaruh guru. Pengaruh teman yang baik digambarkan seperti berteman dengan seorang pembawa minyak kasturi sedang teman yang buruk bagaikan berteman dengan seorang peniup api.
Pendidik/guru adalah tempat seorang anak memperdalam dan menimba ilmu untuk
mengasah pemahaman dan memperkuat pengetahuan.
3.2 Saran
Pada makalah ini terdapat
banyak kekurangan, baik dari segi susunan kata, penulisan, dan lain sebagainya.
Maka kami sebagai penulis mohon maaf sebesar-besarnya atas kekurangan kami dan
kami juga mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Semoga dengn
kritik dan saran yang diberikan bisa kami jadikan pelajaran untuk memperbaiki
makalah yang kami buat kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Khon, Abdul Majid. Hadis Tarbawi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2014.
Muhammad, Abubakar. Hadis Tarbiyah. Surabaya: Al-Ikhlas, 1995.
Sekian

Komentar