Makalah matkul Hadist Tarbawi


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
heyyheyy sobatt online ku....
kali ini saya akan berbagi makalah 
yukkk bacaa bacaa..
  
MAKALAH
PENGARUH PENDIDIKAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Hadits Tarbawi

 







Dosen Pembimbing :
Aya Mamlu’ah,S.Sos.I,MPd.I

Disusun Oleh Kelompok 9:
1.      Achmad Syaifudin Za.           (201955010104863)
2.      Ahmad Suprastyo                   (201955010104865)
3.      Dian Masruroh                        (201955010104857)
4.      Siti Nur Azizah                      (201955010104864)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN GIRI BOJONEGORO
TAHUN 2020


KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim.
                 Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah di berikan kepada kita semua, sehingga kita semua bisa menjalankan aktifitas sehari hari termasuk mencari ilmu dalam keadaan sehat tanpa ada halangan suatu apapun.
                 Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW, karena beliaulah kita semua sampai saat ini bisa merasakan masa yang penuh dengan kedamaian juga cahaya penerang kehidupan yaitu agama islam, dan semoga kita semua kelak tergolong umat beliau yang mendapatkan syafaat di hari kiamat nanti.
                 Dengan segala kerendahan hati serta atas berkat pertolongan Nya, kami bisa menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “ Pengaruh Pendidikan” dengan lancar. Akan tetapi kami juga menyadari dengan sepenuh hati bahwa karya makalah ini masih sangat jauh dari kata sempurna dan masih perlu banyak pembenahan juga bimbingan.
                 Oleh sebab itu, kami ingin memohon maaf apabila dalam sebuah karya makalah ini terdapat banyak kesalahan maupun kekurangan, dan kami sangat berharap kritik dan juga saran dari para pembaca sebagai bentuk apresiasi untuk kami kedepannya dalam membuat karya makalah supaya menjadi lebih baik dan benar dari sebelumnya.
                 Dan kami juga ingin berterima kasih kepada bapak/ibu dosen yang sudah mau membimbing kami dan juga kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan dan semangat untuk kami, semoga karya makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penyusun dan bagi para pembaca pada umumnya.




Bojonegoro, 1 April 2020








Penyusun


DAFTAR ISI

BAB 1        
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Setiap anak memiliki potensi yang dibawa oleh fitahnya.Namun potensi anak didik tidakakan berkembang dengan sendirinya tanpa ada usaha atau pengaruh dari lingkungan pendidikan sekitar. Bahkan pendapat ahli didik yang ektrem yang disebut dengan aliran empirisme mengatakan, bahwa anak didik bagaikan kertas putih bersih yang masih polos bergantung pada pengaruh penulisnya.
Begitu kekuatan pengaruh terhadap potensi anak didik yang sangat menentukan bentuk dan warna anak didik.Islam sebagaimana yang disebutkan beberapa hadits mengakui adanya pengaruh pendidikan dari luar diri anak disamping anak telah membawa potensi yang disebut dengan fitrah Islamiyah.Fitrah itu dibawa oleh anak didik sejak lahir dan fitrah itu sudah tertulis bukan berarti kosong.Tulisannya adalah alIslam.Pengaruh pendidikan disekitarnya tinggal mengembangkan keislaman fitrah tersebut. Pada makalah ini akan dipaparkan salah satu hadis tentang faktor pendidikan yang mempengaruhi prestasi belajar.

1.2         Rumusan Masalah 

1.      Jelaskan Hadist  tentang pengaruh teman dalam prestasi belajar ?
2.      Jelaskan Hadist tentang pengaruh pendidik dalam prestasi belajar ?

1.3         Tujuan 

1.      Mengetahui pengaruh teman dalam prestasi belajar melalui hadist tarbawi
2.      Mengetahui pengaruh pendidik dalam prestasi belajar melalui hadist tarbawi


BAB 2        
PEMBAHASAN

2.1         Pengaruh Teman 

 

وَعَنْ اَبِيْ مُوْسَي الأَشْعَرِ ي رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّي لله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِ نَّمَا مَسَلُ الْجَلِييِ الصَّا لِحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ كَحَا مِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ, فَحَامِلُ المِسْكِ إِمَّا أَنَّ يُحْذِيَاكَ, وَإِمَّا أَنْ تَبْتَا عَ مِنْهُ, وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً. وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ, وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا مُنْتِنَةً (متفق عليه

2.1.1     Terjemahan

“ Dari Abu Musa Al Asy’ ari r.a. bahwasanya Nabi SAW bersabda : “ sesungguhnyaperumpamaan bergaul dengan terman shalih dan teman nakal adalah seperti berteman dengan pembawa minyak kesturi dan peniup api. Pembawa minyak kesturi itu adakalanya member minyak kepadamu atau adakalanya kamu membeli daripadanya dan adakalanyakamumendapatkan bauharum darinya.Dan peniup api itu adakalanya ia membakar kain bajumu dan adakalanya kamu mendapatkan bau busuk daripadanya.” ( HR. Muttafaq’ Alaih )

2.1.2     Penjelasan (Syarah Hadis)

Hadis ini membimbing kepada ummat manusia bagaimana membentuk kepribadian yang baik yang merupakan cita cita dan tujuan pendidikan dalam isliam.salah satunya adalah faktor pengaruh dari teman pergaulan atau milieu social di mana seseorang hidup. dalam pendidikan teman  mempunyai pengaruh yang menentukan dalam pembentukan watak, karakter atau kepribadian sesorang disamping factor lain , karena  melalui teman  inilah manusia sangat mudah dibentuk  dan diwarnai pola hidup, pola piker dan prilaku. Rasullulah SAW memberikan perumpamaan teman teman yang baik dan teman yang nakal atau teman yang buruk wataknya sebagai berikut.
إِنّمَا مَثَلُ الْجلِيسِ الصَّا لِحِ وَجَلِيسِ السُّوْ ءِ كَحَا مِلِ الْمِسْكِ وَ نَا فِخِ الْكِيرِ
“ Sesungguhnya perumpamaan bergaul dengan teman shalih dan teman nakal adalah seperti berteman dengan pembawa minyak kastiru dan peniup api.”
Sebagaian  ulama mengartikan kata “ al jalis “  disini juga diartikan teman dalam mujalasah duduk berbincang berbincang. Hadis mempunyai majlis zikir, majlis ilmu, dan pekerjaan pekerjaan yang baik.pesan sebaliknya menjauhi duduk bersama teman yang berbincang bincang  hal yang tidak baik atau tidak ada manfaatnya seperti bergunjing, berdusta, omong porno,  dan pembicaraan yang tidak ada manfaatnya.Kedua makna al jalis  diatas dapat dikompromikan dalam kontek pengaruh teman yang baik dan buruk, baik teman dalam berbincang di suatu majlis atau teman akrab yang dijadikan kekasih. dalam menggambarkan bagaimana pengaruh teman Rasulullah SAW membuat perumpamaan yang mudah dicerna dan dipahami oleh akal manusia biasa. Begitulah dia antara kalam Rasul mudah  dipahami  dan menarik perhatian dari pendengaranya sebagaimana dalam hadits di atas, bahwa perumpaan teman yang shaleh  dan teman yang buruk bagaikan pembawa minyak kasturi  dan peniup api.
Ada bebrapa titik temu  atau persamaan antara bebrapa sifat yang dijadikan perumpamaan Rasul dalam Hadis:
A.    Persamaan teman baik dengan pembawa minyak kasturi :
Persamaan kedua hal tersebut dijelaskan Nabi pada teks Hadis berikutnyqa secara terperinci yakni ada 3 hal :
1.      Memberi minyak wangi.
Ada tiga kemungkinan jika kita berteman dengan pembawa minyak misik atau minyakkasturi.`pertama, pembawa minyak itu adakalanya member minyak kepada kita secara gratissekalipun hanya diolesi saja atau sekali semprotan saja dengan parfum. maknanya dengan bertemansama orang shaleh kita akan mendapat pemberian rahmat atau manfaat dari Allah SWT danmendapat contoh serta keteladanan yang baik dari orang saleh itu
2.      Membeli minyak wangi
Alternatif kedua, jika kita tertarik dengan minyak teman yang harum itu sementara kita punya, pasti mau membeli ,inyak itu. maknanya, teman sheleh itu mengajarkan kebaikan kepadakita dan kita pun belajar dari padanya.
3.      Ikut mencium keharuman minyak.
Alternatif ketiga, kita mendapat bau harum  dari teman pembawa minyak. maknanya, seseorang yang berteman dengan orang shaleh citranya terangkat menjadi harum  atau terbawaharum sebab persahabatan  yang baik itu. seseorang yang bersahabat dengan orang yang shalehdinilai baik atau shaleh oleh masyarakat sekitarnya dan dihormati  sebagaimana orang shaleh.
B.     Persamaan teman nakal dengan peniup api
Ada dua persamaan  sifat antara teman buruk dengan peniup api yaitu :
1.      Membakar pakaian
Teman nakal itu akan membakar kamu sebagai mana tukang las yang memercikan api ke lingkungan  sekitarnya, baju dan celananyaberlubang-lubangkarenapercikanya.Orangyangbersahabatdengan orang nakal akan terbakar  kepribadianya dan rusak akhlaknya.
2.      Mencium bau busuk. 
Akibat kedua, citra seseorang yang berteman dengan teman yang nakal menjadi  busuk dan hancur, seperti halnya ketika seorang penjahat ditangkap polisi, teman-temandekatnyapundicidukpolisikarenadianggapmempunyaiandilyangsama.Pengaruhtemanmemangmemilikipengaruhyang amat besar dalam membentuk kepribadian seorang anak didik baik dan buruknya, lingkungan masyarakat  disekitarnya sangat berpotensi dalam memengaruhi pembentukan kepribadian anak.

2.1.3     Pelajaran yang Dipetik dari Hadis 

a.       Anjuran berteman dengan orang atau anak yang berkepribadian  saleh baikdalam agama maupun dalam urusan dunia
b.       Larangan berteman dengan orang yang  berkepribadian buruk.
c.        Persahabatanmempunyaipengaruhyangbesardalampendidikan,baikdanburuknyakepribadiansesorang diantaranyaditentukan oleh teman-temanyangadadisekelilingnya
d.       Anjuran kepada pendidik, pengajar,  guru, orang tua dan yang bertanggungterhadap pendidikan anak agar memilihkan teman-temanyangbaikbuatanakdidiknya.
e.        Hukum kesucian minyak misik dan kebolehan jual beli.

2.2         Pengaruh Pendidik


وَعَنْ صُهَيْبٍ- رَضِىَاللهُ عَنْهُ: – أَنَّ رَسُلُوْلَ اللهُ – صل الله عَلَىْه ِوَسَلَمَ- : قَالَ
كَانَ مَلِكً فِيْمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ وَكَانَ لَهُ سَاحِرٌ فَلَمَّا كَبِرَ قَالَ لِلْمَلِكِ : إنِّى قَدْ كَبِرْتُ فَابْعَثْ إلَيَّ غُلاَمًا أُعَلِّمْهُ الِّسحْرَ، فَبَعْثَ إِلَيْهِ غَلَامًا ىُعَلِّمُهُ ، وَكَانَ فى طَرِيْقِهِ إِذَا سَلَكَ رَاهِبٌ، فَقَعْدَ إِلَيْهِ وَسَمِعَ كَلْامَهُ فَأعْجَبَهُ وَكَا نَ إذَا أتَي السَّا حِرَ, مَرَبَّا لرَّا هبِ ؤقَعَدَ إِلَيْهِ,فَإِذَا أَتَى السَّاحِرَ مَرَّ بَا لرَّ اهِبِ وَقَعَدَ إِلَيْهِ , فَإِذَ ا أَتَي السَّا حِرَ ضَرَبَهُ، فَشَكَا ذَلِكَ إِلَى الرَّاهِب ، فَقَاَلَ : اِذَا خَشَيْتَ السَّاحِرَ، فَقُلْ : حَبَسَنِي اَهْلِي، وَاِذَا خَشِيتَ اَهْلَكَ، فَقُلْ، حَبَسَنِي السَّاحِر. فَبَينَمَا هُوَ عَلَى ذَلِكَ اِذْ اَتَى عَلَى دَابَّةَ عَظِيمَةٍ قَدْ حَبَسَتِ النَّا سَ, فَقَالَ: الْيَوْمَ أَعْلَمُ السَّاحرُ أَفْضَلُ أَم الرَّااهبُ أفْضَلُ؟ فَأخَذَ حَجَراً,فَقَالَ :اللَّهُمَّ ان كَانَ أمْرُ الرَّاهِبِ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ أَمْرِ السَّاحِرِ فَاقْتُلْ هَذِهِ الدَّابَّةَ حَتَّى يَمْضِي النَّاسُ, فَرَمَاهَا فَقَتَلَهَا ومَضَى النَّاسُ, فَأتَى الرَّاهبَ فَأَخَبَرَهُ. فَقَالَ لَهُ الرَّاهبُ: أَيْ بُنَيَّ أَنْتَ اليَوْمَ أفْضَل منِّي قَدْ بَلَغَ مِنْ أَمْرِّكَ مَا أَرَى, وَإِنَّكَ سُتُبْتَلَى, فَإن ابْتُلِيْتَ فَلَا تَدُلَّ عَلَيَّ, وَكان الغُلامُ يُبرىءُ الأكْمَهَ وَالأَبْرصَ, ويدا وي النَّاسَ مِنْ سَاءِرِ الأَدْوَاء. (أخرجه مسلم)

2.2.1     Kosakata (Mufradat)

a.     سَاحِرٌ
Tukang sihir atau dukun dalam riwayat al-Turmudzi
b.    غُلَامًا
Seorang anak dalam usia sejak bersapih dari susuan ibunya sampai baligh
c.     رَاهِبٌ
Seorang tokoh agama pada masa umat dahulu, pendeta
d.    فَأَعَجَبَهُ
Maka ia tertarik
e.     فَشَكَا
Maka ia mengadu
f.      إِذَاخَشيتَ
Jika engkau takut
g.     حَبَسَنِي
Ia melarang aku 
h.    دَابَّةٍعَظِيْمَةٍ
Seekor binatang besar, macan
i.       سَتُبْتَلَى
Engkau akan diuji
j.       يُبْرِىءُ
Ia menyembuhkan
k.    الأكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ
Buta sejak lahit dan kusta
l.       وَيُدَاوِي
Dan ia mengobati
m.  الأَدْوَاء
Berbagai penyakit, jamak dari kata : دَوَاءَ

2.2.2     Terjemahan Hadis

Dari Syuhaib r.a. Rasulullah Saw bersabda : “Dahulu ada seorang raja, dia mempunyai seorang ahli sihir. Setelah ahli sihir itu tua, dia berkata kepada sanga raja : Aku telah tua, kirimkan kepadak seorang anak remaja untuk aku ajarkan kepadanya ilmu sihir. Kemudian didatangkan kepadanya seorang anak remaja untuk diajarinya.Di jalan yang dilalui anak itu ketika pergi kepada ahli sihir itu ada seorang pendeta. Maka ia mampir krpada pendeta itu dan mendengarkan ajarannya.
Ternyata ajaran pendeta itu sangat mengagumkan baginya.Setiap remaja yang datang terlambat kepada ahli sihir itu, dia dipukulnya, lalu dia mengadu kepada si pendeta. Pendeta itu berkata: Jika kamu takut kepada ahli sihir karena terlambat datang, katakanlah kepadanya Aku terlambat karena dihalangi keluarga. Dan jika kamu takut kepada keluargamu, katakanlah kepadanya, Aku terlambat pulang karena dihalangi ahli sihir.Maka berjalanlah suasana demikian dalam beberapa waktu. Pada suatu ketika, dia melewati seekor binatang besar yang menghambat manusia berlalu lintas, lalu anak remaja itu berkata: sekarang aku akan tahu, si ahli sihirkah yang lebih utama atau si pendeta? Kemudian diambillah sebuah batu, lalu dia mengucapkan, Ya Allah, jika ilmu pendeta itu lebih engkau senangi dari pada ilmu tukang sihir, bunuhlah binatang itu sehingga orang-orang pun dapa  lewat. Setelah peristiwa itu, remaja pergi mendatangi pendeta memberitahukan kejadian tersebut. Kata pendeta kepadanya: Wahai anakku, sekarang kamu lebih utama daripadaku. Ilmu yang kamu miliki telah sampai pada tujuan yang telah aku harapkan. Akan tetapi, kamu harus ingat bahwa kamu akan mendapat cobaan. Jika kamu telah dicoba, Janganlah sampai menunjukkan bahwa akulah yang mengajarimu. Remaja itu dapat menyembuhkan orang buta sejak lahir dan oarng yang terkena penyakit kusta. Bahkan ia dapat mengobati berbagai macam penyakit yang diderita manusia. (HR. Muslim). 

2.2.3     Penjelasan ( Syarah hadis )

Hadis diatas  potongan dari teks hadis yang panjang yang menjelaskan tentang suatu kasus yang terjadi pada masa uamat  terdahulu. Berita hadis yang disampaikan Nabi SAW termasuk berita gaib yang tidak diketahui sebelumnya kecuali melalui periwayatan yang shahih seperti hadis diatas.Hadis ini menjeaskan bagaimana keberhasilan pendidikan seorang murid bergantung guru yang memengaruhinya.Pengaruh seorang guru dari kalangan ahli agama lebih berhasil daripada guru tukang sihir, karena kebenaran ajarannya dapat dibuktikan oleh muridnya sehingga menumbuhkan kepercayaan yang kuat terhadap gurunya.
Pada mulanya seorang murid yakni seorang remaja yang masih polos belum tahu mana diantara dua guru yang harus diikuti.Remaja ini dikirim karena permintaan tukang sihirnya, karena dia sudah tua demi keberlangsungan kerajaan. Kata tukang sihir :
إنِّي قَدْ كَبِرْ تُ فَا بْعَثْ إلَيَّ غُلا مًا أُعَلِّمْهُ السِّحْرَ
“ Aku telah tua,kirimkan kepadaku seorang anak remaja untuk akuajarkan kepadanya ilmu sihir.”
Kemudian dikirimkan remaja itu untuk mempelajari ilmu sihir, tetapi kemudian ditengahperjalanan ia sangat tertarik dengan pengajaran seorang pendeta yang mengajarkan ilmu kebenaran. Dua guru itu membawa pengaruh yang berbeda, guru seorang tukang sihir raja membawa ilmu kebatilan dan guru seorang pendeta membawa ilmu kebenaran yang sejati.Ditengah perjalanan seorang remaja itu harus memutuskan dan memilih mana salah satu diantara kedua guru yang benar. Ketika dihadapkan suatu ujian yang besar yakni terhadang seekor binatang macan ditengah jalan, disitulah ia minta petunjuk kepada Allah. Jika binatang itu dilempar dengan batu kerikil mati, yang benar adalah seorang guru pendeta dan jika tidak mati, yang benar adalah guru seorang tukang sihir raja. Benarlah remaja itu mendapat bimbingan petunjuk dari Allah, binatang itu mati seketika, maka iamemutuskan memilih berguru pada ilmu yang benar sehingga menjadi seorang pelajar yang sukses yakni menjadi seorang dokter yang bisa mengobati berbagai penyakit yang tidak bisa diobatioleh umumnya dokter.
Keberhasilan remaja karena keyakinan dan iktikad yang benar terhadap gurunya. Dua perkara ini menjadi persyaratan seorang murid yang ingin berguru dengan seorang guru yakni yakin terhadap guru dan mempunyai iktikad yang benar,sebagaimana kata syair dalam kitab
Nadzam al-Ajurumiyah :
إذِ الْفَتَي حَسْبَ اعْتِقَا دِهِ رُفِعْ # وَكُلُّ مَنْ لَمْ يَعْتَقِدْ لَمْ يَنْتَفِع
Karena seorang pemuda itu bergantung pada iktikadnya terangkat. Setiap orang yang tidak mempunyai iktikad pada dirinya,tidak bermanfaat.
Murid yang siap menerima ilmu dan pembelajaran dari seorang guru adalah murid yang mempunyai keyakinan dan kepercayaan kepada guru secara total dan mempunya iktikad  yang benar, sehingga ada kesatuan jiwa antara murid dan guru. Murid dengan keyakinannya dan guru dengan ketulusannya dapat mengantarkan kesuksesan dalam belajar.
Ada dua corak macam pendidik; pendidik berakhlak buruk yang mengajarkan kejahatan yang sekadar bertujuan mendapatkan materi dan jabatan dan ada pendidik yang berakhlak baik yang mengajarkan kebenaran dan kebaikan.Dua macam guru tersebut selalu bersaing mencari pengaruh dalam rangka regenerasi ilmu.Murid hendaknya kritis memilih guru yang berakhlak mulia dan mengajarkan kebenaran.
Al-Zurnijiy menganjurkan agar memilih guru yang lebih alim, punya wawasan keilmuan (al-a’lam), lebih berhati-hati dalam memelihara hukum (al-wara), lebih senior dan lebih dewasa (al-assan). Guru yang baik akan sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian murid dan guru yang berkepribadian buruk sangat berbahaya pengaruhnya dalam mendidik anak murid.
Guru dan murid yang selalu berada dalam kebenaran dan berpegang teguh pada akidah yang benar tidak lepas dari ujian yang akan menimpanya. Berbagai ujian yang menimpa pada seseorang yang beriman akan membuat semakin jadi kuat imannya. Suatu pertolongan dan petunjuk pasti datang baginya terutama pada saat kritis menghadapi berbagai ujian tersebut.

2.2.4     Pelajaran yang dapat dipetik dari hadis

1.      Pengaruh seorang pendidik sangat besar dalam mengantarkan kesuksesan murid dan dalam membentuk kepribadiannya.
2.      Macam-macam guru, ada yang mengajarkan kebaikan dan ada pula yang mengajarkan kejahatan. Oleh karena itu, sebagai seorang murid harus berhati-hati dalam memilih seorang guru atau untuk menjadikan seseorang menjadi guru.
3.      Kedua guru tersebut menggunakan pengaruh dan kelebihan untuk meendidik anak didik dalam rangka mewariskan ilmunya demi pengabdian agama dan masyarakat.
4.      Anakyangcerdasdapatmemilihmanaguruyangbaik,gurumemiliki visi dan misi yangbaikdan berakhlak mulia.
5.      Gurudanmuridyangmenempuhkebenaran akan menghadapi berbagai ujian.Ujian yang amat besar adalah ujian iman kepada Allah dan membela kebenaran,taruhannya nyawa dan balasannya surga bagi yang sabar menghadapinya.
6.      Keberhasilan pendidikan seorang anak murid berkat pengaruh seorang pendidik yakni seorangguruharusdidukungdengansifatkelebihannya,sepertiNabididukungdengan mukjizatnya, wali dengan karomahnya, orang mukmin dengan ma’unahnya dan guru dengan sifat keteladanannya.

 



BAB 3            
KESIMPULAN

3.1         Penutup

Pengaruh pendidikan anak yaitu; pengaruh teman, pengaruh kekasih, pengaruh orang tua, dan pengaruh guru. Pengaruh teman yang baik digambarkan seperti berteman dengan seorang pembawa minyak kasturi sedang teman yang buruk bagaikan berteman dengan seorang peniup api.
Pendidik/guru adalah tempat seorang anak memperdalam dan menimba ilmu untuk mengasah pemahaman dan memperkuat pengetahuan.

3.2         Saran

Pada makalah ini terdapat banyak kekurangan, baik dari segi susunan kata, penulisan, dan lain sebagainya. Maka kami sebagai penulis mohon maaf sebesar-besarnya atas kekurangan kami dan kami juga mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Semoga dengn kritik dan saran yang diberikan bisa kami jadikan pelajaran untuk memperbaiki makalah yang kami buat kedepannya.




DAFTAR PUSTAKA


Khon, Abdul Majid. Hadis Tarbawi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2014.
Muhammad, Abubakar. Hadis Tarbiyah. Surabaya: Al-Ikhlas, 1995.


Sekian

Komentar

Postingan Populer